Lima Solois Pria Tanah Air dengan Karya “Segar” di Telinga

Musik sering menjadi jalan keluar paling praktis saat seseorang merasa bosan, lelah, sedih, atau malah saat dimabuk cinta. Harmoni bisa mengembalikan mood yang buruk, membantu konsentrasi, dan melegakan ketika bersedih. Blantika musik Tanah Air selalu berkembang. Di “belantara” musik bertema cinta, ada sejumlah musisi yang memilih untuk menggarap karya dengan konsep yang bisa dibilang tak biasa, mulai dari gubahannya sampai liriknya.

Berikut lima solois pria muda dalam negeri dengan karya yang segar di telinga Kunto Aji Pria kelahiran Jogja ini langsung mencuri perhatian ketika ‘Terlalu Lama Sendiri’ diluncurkan empat tahun lalu.

1. Kunto Aji
Lirik yang ringan namun jujur, mudah digumamkan menjadi keunggulan saat itu. Kunto pun kerap mengunggah video cover di channel YouTube, menyanyikan ulang lagu-lagu populer seperti ‘Mau Dibawa ke Mana’ (Armada) dan ‘Only One’ (Yellowcard).

‘Akhir Bulan’ yang lucu berhasil menunjukkan sisi lainnya, seiring keceriaan ‘Konon Katanya’ ‘Mantra Mantra’ adalah album kedua Kunto, setelah ‘Generasi Y’ dirilis pada 2015 lalu. Di sini, dia bicara tentang kesehatan mental. Baginya isu ini bukan hanya berarti depresi dan bunuh diri, ada banyak hal yang bisa jadi penyebab mental tidak sehat.

Menggarap album ini, Kunto sampai merasa perlu berkonsultasi ke psikolog.

2. Tulus
Dari Bandung, Tulus hadir membawa ‘TULUS’. Totalitas berkaryanya ditunjukkan dengan menulis sendiri semua lagu dalam album yang rilis tahun 2011 itu, juga mengaransemennya.

Vokal empuk diiringi harmonisasi dalam ‘Sewindu’, ‘Tuan Nona Kesepian’, sampai ‘Teman Hidup’ tak ayal membuatnya cepat dikenal. Bukan hanya mempunyai gaya penulisan lirik berbahasa Indonesia yang menarik seperti dalam ‘Jangan Cintai Aku Apa Adanya’ dan ‘Sepatu’, pria yang saat kecil dipanggil Gajah ini juga serius dengan visualisasi video musiknya.

Sering mengadakan konser tunggal, Tulus terus berproduksi Album ‘Gajah’ keluar pada 2014, disusul ‘Monokrom’ dua tahun kemudian. Dia pun kerap berkolaborasi bersama Raisa, dan meraih banyak penghargaan sampai ke Singapura dan Malaysia. ‘Labirin’ adalah single Tulus yang baru rilis di awal September ini, dengan konsep klip sangat menarik.

3. Rendy Pandugo
Awalnya, Rendy Pandugo memiliki ‘Sebuah Kisah Klasik’, cover dari Sheila On 7. Namun ‘I Don’t Care’ adalah lagu yang membuat banyak kepala menoleh kepadanya Sound gitar dalam lagu ini dan gaya bernyanyi membuatnya disebut sebagai John Mayer-nya Indonesia Lagu yang sama sekaligus menjadi debut single album ‘The Journey’, edar di 2017 lalu.

Tak main-main album tersebut dikerjakan Rendy di Swedia. Semua lagunya berbahasa Inggris Menyusul ‘I Don’t Care’, dipilih ‘Silver Rain’ dan terakhir, ‘By My Side’, yang juga menjadi soundtrack film ‘Susah Sinyal’, sebagai single Bersama Afgan, Rendy turut membantu album ‘Dekade’ dari Isyana Sarasvati di lagu ‘Heaven’ yang manis.

4. Teddy Adhitya
Muncul dengan penampilan dan pelafalan lirik berbahasa Inggris yang sangat baik, Teddy Adhitya bukan pemain baru Malah, pada 2010 dia pernah bergabung dalam sebuah grup vokal bersama Kunto Aji Lebih bergaya RnB, Teddy menulis dan mengaransemen sendiri sembilan lagu yang ada di dalam ‘Nothing is Real’, rilis pada 2017 lalu Bukan hanya suara dan musik, video musik ‘In Your Wonderland’ pun sangat memanjakan mata.

Terkesan dengan Teddy, aktris dan penyanyi Maudy Ayunda mengajaknya berkolaborasi untuk lagu ‘We Don’t (Still Water)’ yang puitis romantis. Bukan hanya turut membantu penulisan lirik, Teddy juga berperan menjadi produser lagu yang termuat dalam album ‘Oxygen’ itu. ‘Healer’ adalah single kelima Teddy, memiliki bentuk visual yang dingin dan sepi, namun tetap indah.

5. Ardhito Purnomo
Film dan musik adalah dua hal yang menarik perhatian seorang Ardhito Purnomo Dia belajar memainkan alat-alat musik secara otodidak, sembari belajar tentang dunia perfilman Lagu-lagunya banyak yang bernuansa jazz, yang didengarkannya sejak kecil.

Internet adalah akses Ardhito untuk mempublikasi musik Memilih YouTube sebagai arena bermain, dia menyentuh telinga dengan dentingan piano bergaya klasik Di tengah gempuran elektronik hari ini, gaya Ardhito memberi opsi segar Belum ada album penuh dari Ardhito, tetapi dia sudah punya dua mini album yang sama-sama rilis tahun lalu, masing-masing berjudul ‘Ardhito Purnomo’ dan ‘Playlist, Vol.2’ Namun hal ini tak menghalangi Isyana Sarasvati untuk mengajaknya tampil dalam konsernya yang ditayangkan di salah satu televisi swasta.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20180916230629-227-330664/lima-solois-pria-tanah-air-dengan-karya-segar-di-telinga